Cool Pandan Valley atau Community Of Love Pandan Valley adalah transformasi dari Family Altar (FA) yang adalah komunitas sel dalam GBI Bukit Cimanggu yang berlokasi di Perumahan Pandan Valley, Bogor. Yang mengalami kasih Tuhan. COOL adalah ‘kendaraan baru’ yang diberikan Tuhan kepada jemaatNya agar mampu melintasi bukit-bukit (Yesaya 58:14), yang dimaksud adalah komunitas yang akan dipakai Tuhan untuk membawa dampak bagi lingkungannya. Kerinduan kami adalah mempraktekkan gaya hidup Allah dalam kehidupan sebuah komunitas. Untuk bergabung atau informasi lebih lanjut hubungi kami via email di coolpandanvalley@gmail.com atau add kami di Facebook. Tuhan Yesus Memberkati..!

Senin, 20 Juni 2011

Bahan Cool Minggu IV Juni 2011


TOTALITAS

Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. (Matius 13:44b)

PENDAHULUAN 5 Menit
 
Kerajaan Allah berbicara mengenai keselamatan, damai sejahtera, iman, dan sukacita karena kita telah dipilih, dipanggil, dan diselamatkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dari perumpamaan dari Tuhan Yesus, dikatakan bahwa karena sukacita, orang yang telah menemukan Kerajaan Allah itu menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Perumpamaan ini berbicara mengenai memberi diri sepenuhnya bagi Tuhan Yesus Kristus.

ISI DAN SHARING 30 Menit
 
Bagaimana cara kita memberi diri dan mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati? 
1. Pelihara roh, jiwa, dan tubuh kita (1 Tesalonika 5:23)
 
Tentu kita semua menanti-nantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus menjemput kita segera. Firman Tuhan katakan agar roh, jiwa, dan tubuh kita terpelihara, kudus, dan tak bercacat saat kedatangan-Nya. Memelihara roh artinya kita jangan mengandalkan kekuatan manusia sehingga mulai mendukakan Roh Kudus. Memelihara jiwa artinya menjaga panca indera kita dari masukan yang di luar kebenaran Firman Tuhan. Serta memelihara tubuh artinya kita hidup sehat dan menjaga makanan kita. Gembala Sidang mengingatkan kita jangan hidup untuk makan, tapi makan secukupnya untuk hidup.

2. Melalui doa, pujian, dan penyembahan
 
Gereja kita adalah gereja yang memiliki ciri doa, pujian, dan penyembahan bersamasama untuk mempersiapkan gereja menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali. Doa, pujian, dan penyembahan sangat penting karena melaluinya kita bersyukur akan kehadiran Allah, bukan sekedar akan apa yang telah Allah berikan kepada kita, tapi kita bersyukur akan diri pribadi Allah sendiri yang ada bersama kita.

3. Mendengar suara Tuhan
 
Saat kita mendengarkan dengan sungguh, maka kita sedang berkata kepada Allah bahwa "Engkau berharga bagiku." Saat kita hendak membuat keputusan apa pun, kita berhenti sejenak dan bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu akan apa yang ingin Dia nyatakan kepada kita (Mazmur 116:1-2; Yesaya 50:4).

4. Memberi
 
Memberi itu berbicara mengenai bersaksi, mau melayani, dan berkontribusi sekecil apa pun (baik dalam gereja, COOL, lingkungan), serta menabur secara materi. Kita memberi bukan karena kita mengharapkan berkat, tapi kita memberi karena kita mengasihi Allah 100%. Berkat adalah akibat, dan bukan tujuan kita memberi. Dengan memberi, kita mengakui bahwa segala sesuatu yang kita miliki itu berasal dari Tuhan. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36)
 
KESIMPULAN DAN SALING MENDOAKAN
 
Mari kita memberikan diri kita sepenuhnya bagi Tuhan dengan menjaga roh, jiwa, tubuh kita, jangan mengandalkan kekuatan manusia, kita mau berkomitmen untuk mempersembahkan waktu yang berharga bagi Tuhan, berbicara dengan Tuhan, mendengarkan suara-Nya, dan memberi karena kita mengasihi Dia 100%.

Rabu, 15 Juni 2011

Pengorbanan




Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.
Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi? Ya, tetapi, aku tdk membawa uang, jawab Ana dengan malu-malu

Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu jawab si pemilik kedai. Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. Ada apa nona? Tanya si pemilik kedai. tidak apa-apa aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! tetapi ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri, katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang.

Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA. SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES ALAMI YANG BIASA SAJA. TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR. PIKIRKANLAH HAL ITU… APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA ?

Selasa, 14 Juni 2011

Si Tukang Kayu dan Rumahnya


Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah  perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikankeinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailahrumah yang diminta.Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. "Ini adalah rumahmu, " katanya, "hadiah dari kami." Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali.Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Allah, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

(adapted from "The Builder", Unknown, thanks to Cecilia Attal)
"Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri".

Senin, 13 Juni 2011

Bahan Cool Minggu III Juni 2011


 BERANI BAYAR HARGA

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. (Matius 13:44-52)

PENDAHULUAN 5 Menit
 
Beberapa waktu lalu kita sudah belajar bahwa Kerajaan Allah/Sorga berbeda dengan Sorga itu sendiri. Sorga adalah tempat di mana kelak orang-orang benar hidup dalam kekekalan bersama Yesus. Tetapi Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga adalah suatu gaya hidup orang benar di bumi, yang sama dengan gaya hidup di Sorga (berarti gaya hidup yang serupa Kristus). Setiap kali terjadi seseorang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, sebenarnya saat itu juga mereka masuk ke dalam Kerajaan Allah (sekalipun mereka masih hidup) karena sejak saat itu, mereka tidak lagi hidup menurut nilai-nilai kerajaan dunia, tetapi hidup dengan nilai-nilai yang berlaku di Sorga.
 
ISI DAN SHARING 30 Menit
 
Ada pernyataan lama, “untuk sesuatu yang berharga, seseorang pasti rela membayar berapa saja, asalkan hal itu menjadi miliknya.” Memang betul, Firman Tuhan di atas juga berkata seperti itu. Mengapa? Karena Kerajaan Allah itu begitu berharga. Apa maksudnya jika kita refleksikan ke dalam hidup sehari-hari?

1. Berani menyerahkan segalanya untuk Tuhan (Matius 13:44 dan Matius 16:24)
 
Setiap kita yang menerima Yesus, maka kita haruslah menyangkal diri (berkata tidak terhadap keinginan-keinginan pribadi), memikul salib (menerima tanggung jawab dan melayani seperti Yesus), dan mengikut Dia (hidup menurut teladan Yesus). Bila masih ada yang kita pertahankan seperti hak, pembelaan diri, nama besar, iri hati, cepat tersinggung, hobi yang lebih penting dari Tuhan, berarti kita belum sepenuhnya mengikut Dia.

2. Berani menggantikan sifat/karakter lama dengan sifat/karakter baru, yaitu karakter Kristus (Matius 13:52 dan Lukas 6:45)

“Perbendaharaan” bicara juga mengenai apa yang ada di dalam hati (juga pikiran) kita. Manusia lama dipenuhi oleh sifat/perkataan/tabiat/niat yang jahat, karena manusia lama adalah manusia yang hidup menurut daging (Galatia 5:19-21). Tetapi manusia baru adalah hidup menurut buah Roh (Galatia 5:22-23). Mengganti perbendaharaan bukanlah pekerjaan sulap (sekali doa berubah, sudah ikut KKR/HMC/KOM langsung berubah), tetapi merupakan suatu proses, lewat ujian-ujian masalah dan tekanan. Ini berlaku untuk semua orang, bahkan seorang ‘ahli Taurat’ (orang yang mungkin sudah tahu banyak Firman), ia harus mengganti sendiri perbendaharaan (sifat) lamanya dengan yang baru.

KESIMPULAN DAN SALING MENDOAKAN
 
Yesus sudah membuktikan betapa Ia berani bayar berapapun harganya untuk menebus kita kembali. Kini bagian kita menunjukkan kasih kita kepada-Nya. Ini waktunya kita meninjau kembali perjalanan rohani kita selama ini.

Sharingkan: Sudah berapa jauhkah Anda berani bayar harga bagi Yesus lewat hidup
Anda?

Tuhan Yesus memberkati.

Minggu, 12 Juni 2011

Kisah Pencuri Kue


Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih!".Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati, Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi.Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri/subjektif serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya. Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu. Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

Sabtu, 11 Juni 2011

Lepaskan




Suatu hari, seorang anak kecil sedang bermain-main dengan sebuah vas bunga yang sangat mahal. Ia memasukkan tanggannya ke dalam vas bunga dan..ops.. tidak dapat menariknya keluar kembali. Ia mulai menangis dan menarik perhatian ayahnya. Sang ayah mencoba membantu sekuat tenaga menarik tangan anaknya dari vas bunga, namun gagal. Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, akhirnya mereka berpikir untuk memecahkan saja vas bunga mahal itu.

Tapi tiba-tiba, sang ayah mendapat ide, "Nah begini saja anakku, kita coba sekali lagi. Lepaskan genggaman tanganmu yang ada di dalam vas itu. Luruskan telapak tanganmu seperti ini, " kata sang ayah sambil menunjukkan telapak tangannya. "Lalu ..hopla..tariklah keluar." Mendengar itu si anak malah merengek yang membuat sang ayah keheranan. Katanya, "Nggak bisa yah! Aku nggak bisa melepaskan genggamanku karena nanti uang receh yang aku pegang ini bisa terlepas lagi."

Bukankah banyak dari kita yang bertingkah seperti anak kecil  tadi. Begitu sibuk menggenggam sesuatu yang kita anggap penting namun rela  mengorbankan kebebasan dan harga diri kita..…