Cool Pandan Valley atau Community Of Love Pandan Valley adalah transformasi dari Family Altar (FA) yang adalah komunitas sel dalam GBI Bukit Cimanggu yang berlokasi di Perumahan Pandan Valley, Bogor. Yang mengalami kasih Tuhan. COOL adalah ‘kendaraan baru’ yang diberikan Tuhan kepada jemaatNya agar mampu melintasi bukit-bukit (Yesaya 58:14), yang dimaksud adalah komunitas yang akan dipakai Tuhan untuk membawa dampak bagi lingkungannya. Kerinduan kami adalah mempraktekkan gaya hidup Allah dalam kehidupan sebuah komunitas. Untuk bergabung atau informasi lebih lanjut hubungi kami via email di coolpandanvalley@gmail.com atau add kami di Facebook. Tuhan Yesus Memberkati..!

Senin, 09 Mei 2011

Perlombaan Kehidupan


Pasti Anda pernah mendengar fable tentang perlombaan lari antara kura-kura dan kelinci, jadi saya persingkat dengan mengingatkan Anda bahwa perlombaan itu dimenangkan oleh si kura-kura. Dari perlombaan itu, kura-kura mengajar sang kelinci bahwa ketekunan itu lebih penting dari pada kecepatan. Dan kehidupan memiliki prinsip yang sama, hidup ini lebih mirip lomba lari marathon dari pada sprint.
Orang yang berlari sprint, memenangkan lari cepat seratus meter – namun ia bisa saja kalah dalam lomba marathon, karena dalam perlombaan marathon dibutuhkan ketekunan. Seorang pebisnis bernama John Capozzi menulis dalam bukunya yang berisi kumpulan pepatah prinsip-prinsip yang serupa:
  • Perlombaan itu tidak selalu dimenangkan oleh pelari tercepat, namun, terkadang oleh mereka yang terus berlari.
  • Menghindari jalan pintas. Jalan pintas itu menghabiskan terlalu banyak waktu bila ditinjau dari ukuran jangka panjang.
Jadi, mari hari ini kita bertobat dari dosa sang kelinci: kesombongan dan ketergesa-gesaan. Dosa yang paling sulit untuk kita sadari adalah kesombongan. Kita tidak pernah sadar bahwa ada jebakan dosa kesombongan dalam ketergesa-gesaan. Kita terperangkap dalam kekurangan waktu, dan seringkali bangga akan hal itu. Pada hal kesibukan kita tidak menunjukkan produktivitas kita.
Ingatlah bahwa Tuhan bukanlah pribadi yang tergesa-gesa. Dia mengendalikan waktu dengan baik. Bagaimana kita bisa tahu hal itu? Kita bisa lihat dari kehidupan Yesus. Dia tidak tergesa-gesa menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya sewaktu ia masih berumur 12 tahun (Lukas 2:42-51). Bisa saja Ia melakukannya, namun tidak, Yesus menunggu hingga Ia berumur 30 tahun. Sekalipun Ia hanya memiliki waktu tiga setengah tahun untuk melayani umat Tuhan dan memuridkan ke dua belas muridnya, namun waktu yang tiga setengah tahun itu menjadi waktu yang paling efektif. Dalam tiga setengah tahun itu Yesus menggenapi kehendak Bapa.

Jalani kehidupan dengan ketekunan dan kepekaan akan waktu Tuhan, jangan dalam ketergesaan.

Sumber : Jawaban.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar